Hasil Pemilu di Kampung q

Alhmadulillah, hajat dan pesta terbesar di kampung q dan di tanah air telah berjalan dengan baik (meski banyak kekurangan di sana sini, dan pemilu susulan di mana-mana), tp pada intinya perlu kita syukuri keadaan ini.

Saya bukan pemerhati politik, saya juga tidak suka dengan “fatisme” terhadap salah satu calek dan partai, tp meski demikian, sebagai warga yang punya sikap, saya telah menggunakan hak saya untuk mencoblos (eh,.. mencontreng). ini bukti nya :

jariku1

Disini saya gak akan membahas perolehan sementara atau hasil Pemilu Nasional, saya cm pengen menceritakan “kisah” di kampung saya.
Di TPS saya, ada 214 DPT, 3 diantanya telah meninggal, 7 telah rempo dan sakit sehingga tidak menggunakan hal pilihnya.
Seperti halnya pembagian BLT, masyarakat dikampung saya terhitung antusias, gemana tidak, jam 06.30 WIB, masyarakat telah antri, bahkan petugas KPPS menjadi panik, tetapi saya senang melihat antusias “masyarakatq”.
Jam 07.00 WIB proses pemilu telah dimulai. 80% pemilih adalah pemilik klasik/tua, sehingga banyak “kelucuan” yang terjadi, misal : mbah yang harus seluruh tangannya di lumuri tinta pemilu sebab waktu menclup tangan beliau yang sudah “buyuten” bergoyang dan menumpahkan tinta itu, al hasil tinta yang tumpah membasahi seluruh tangan beliau, tp beliau tertawa dan malah senang, sambil berkata “iki malah iso nggo bukti karo mbah putri neng nomah nek aku wis Nyotren”, (mbah putri dah jompo di rumah). Hal lucu lain, bilik suara jatuh dari meja, saat membuka kartu suara yang notabene terlalu besar, nah.. sontak satu balai dusun kaget dan teriak. tapi ini justru yang membuat para pengantri tidak ngantuk.

12.30, perhitungan suara telah mulai dilakukan, hal yang menarik, partai yang notabene tidak kampanye di kampungq justru malah mendapatkan suara yang lumayan banyak, “salah nyontreng” apa ya?. Kader2 partai tertentu ada yang hampir stess, sebab partai yang awalnya di prediksi mau jadi pemenang, justru malah satu dua orang pemilih, ha ha. (padahal sudah bagi2 amplop, kaciah dech, amplop habis suara tak jua ada). ah… kampung q dah mulai cerdas ya?

Akhirnya, dengan melihat kekurangan, prestasi, dan kelucuan disana sini, kita bisa memetik hikmah dari pesta demokrasi negeri ini. Selamat pada Wakil Rakyat yang sudah terpilih, semoga menjadi wakil yang amanah. dan kepada yang belum terpilih, intripeksi diri dan bayaklah bercermin di cermin datar (bukan cembung).

Bersambung… ke episode Pemiliahan presiden.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: