Temani Ayah Seumur Hidup

Jam 12 Pas, 24 Tahun Yang Lalu
Posted in Tak Berkategori on Januari 8, 2010 by setyawansuseno
12 Pas, 23 tahun yang lalu…
Tangis bayi itu memecah HENING siang itu
Gelak tawa dan tangis suka cita mengema…
Malaikat-malaikat turut berdoa untuknya.

Ah.. Andai saja aku bisa jabat tangan Robbku,
Akan aku bisikan, “Terimakasih Tuhan karena telah kau kirim dia untukku”.

Aku tahu KAU Maha Berkehendak…
DitanganMU tlah tertulis jelas jalanku
Namun pintaku, kemanapun jalanq aku ingin bersamanya.

Diakah tulang rusukku?
Semoga.

Aku mencintainya karenaMu, bimbinglah aku yaa Robbi
Aku tidak rela airmatanya menetes lagi seperti waktu itu
Aku tidak rela tangan jahat itu menjamahnya lagi
Aku tidak mau melihat dia tersungkur jatuh
Aku tidak ingin “air hujan” itu membasahi pipinya
Yang aku mau, hanya menerima dia apa adanya…
Aku rela jadi lilin untuknya,
Menerangi jalan gelap itu meski aku harus meleleh dan hancur.

Namun,
Apakah aku mampu mencinta
seperti setulus cinta rabiah al adawiyyah
adakah aku bisa begitu ikhlas
seperti keikhlasan Ayyub Alaihissalam
adakah aku mampu bertahan
seperti tak putusnya doa zakaria alaihissalam
adakah aku bisa menghadapi kerasnya hidup ini
seperti keberanian seorang abdurahman bin auff

Mampukah aku memiliki sebulir saja dari sifat sifat mulia itu
Hingga aku mampu menjadi iman untuknya?
Berikan aku kesempatan yaa Maliki…
Akan aku ramaikan surgaMu dengan tawa dia dan anak-cucuku.
Semoga.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.