Arsip untuk April, 2009

Aku dan Adik Kembarq

Posted in Tak Berkategori on April 25, 2009 by setyawansuseno

Semangat yaa…

dsc06791

The Virgin – Cinta Terlarang (Lagu buat temanq disana)

Posted in Tak Berkategori on April 18, 2009 by setyawansuseno

Kau kan slalu tersimpan di Hatiku
Meski ragamu tak dapat ku miliki
Jiwaku ‘kan slalu bersamamu
Meski kau tercipta bukan untukku

Tuhan berikan aku hidup satu kali lagi
Hanya untuk bersamanya
Ku mencintainya sungguh mencintainya

Rasa ini sungguh tak wajar
Namun ku ingin tetap bersama dia
Untuk selamanya

Mengapa cinta ini terlarang
Saat ku yakini kaulah milikku
Mengapa cinta kita tak bisa bersatu
Saat ku yakin tak ada cinta selain dirimu

Lirik lagu “Teruskanlah” Agnes Monica

Posted in Tak Berkategori on April 17, 2009 by setyawansuseno

Pernahkah kau bicara
Tapi tak di dengar
Tak di anggap
Sama sekali..
Pernahkan kau tak salah
Tapi disalahkan
Tak di beri
Kesempatan
Reff :
Kuhidup dengan siapa
Ku tak tau kau siapa
Kau kekasihku tapi
Orang lain bagiku
Kau dengan dirimu saja
Kau dengan duniamu saja
Teruskan lah.. Teruskan lah
Kau begitu
Kau tak butuh diriku
Aku patung bagimu
Cinta buta
Kebutuhan mu
Back to reff.
Hoo.. Hooo
Kau dengan dirimu saja
Kau dengan duniamu saja
Teruskan lah.. Teruskan lah
Kau.. kau begitu
Teruskan lah… teruskan lah..

monica2

175 Mahasiswa Pustekom Alih Jalur ke STMIK Akakom YK

Posted in Tak Berkategori on April 15, 2009 by setyawansuseno

kr14april20091

Begitulah nasib teman2 mahasiswa Program PKLN Diknas (atau Pustekom) sekarang. yang di realis di Kedaulatan Rakyat tanggal 14 April 2009.

Mula2 dulu dapat beasiswanya di UGM –> YDHI-BLPT –> YDHI –> Akakom.

(tetapi yang penting beasiswa akademik dan transport ttp lancar) hiks3x

syair lagu “rembulan di langit hatiku”, … by Dan’s, taken from novel & album “rembulan di langit hatiku”

Posted in Tak Berkategori on April 14, 2009 by setyawansuseno

…… Rasulullah Saw. memanggil ‘Aisyah r.a.—istrinya—dengan sebutan,”ya khumaira—wahai yang (pipinya) kemerah-merahan.”

rembulan di langit hatiku,
menyalalah engkau selalu
temani kemana mesti kupergi,
mencari tempat kita tuju
kan kujaga nyalamu selalu,
pelita perjalananku
kan kujaga nyalamu selalu,
rembulan di langit hatiku

rembulan di langit hatiku, teguhlah engkau pandu aku
ingatkanlahku bila tersalah,
menempuh tempat kita tuju
doakanlahku di shalat malammu,
pelita perjalananku
doakanlahku di shalat malammu,
rembulan di langit hatiku

Billing Warnet Gratis (Free) Ms Excel

Posted in Tak Berkategori on April 12, 2009 by setyawansuseno

Gak perlu mahal dan sulit bikin Billing Warnet, ini aku telah uji coba dengan Ms. Excel 2003, al-hasil Sukses, !!!

biling_by_seno1

Bila ada yang tertarik, langkah2nya akan saya susulan dikemudian hari. Ok?

Hasil Pemilu di Kampung q

Posted in Tak Berkategori on April 11, 2009 by setyawansuseno

Alhmadulillah, hajat dan pesta terbesar di kampung q dan di tanah air telah berjalan dengan baik (meski banyak kekurangan di sana sini, dan pemilu susulan di mana-mana), tp pada intinya perlu kita syukuri keadaan ini.

Saya bukan pemerhati politik, saya juga tidak suka dengan “fatisme” terhadap salah satu calek dan partai, tp meski demikian, sebagai warga yang punya sikap, saya telah menggunakan hak saya untuk mencoblos (eh,.. mencontreng). ini bukti nya :

jariku1

Disini saya gak akan membahas perolehan sementara atau hasil Pemilu Nasional, saya cm pengen menceritakan “kisah” di kampung saya.
Di TPS saya, ada 214 DPT, 3 diantanya telah meninggal, 7 telah rempo dan sakit sehingga tidak menggunakan hal pilihnya.
Seperti halnya pembagian BLT, masyarakat dikampung saya terhitung antusias, gemana tidak, jam 06.30 WIB, masyarakat telah antri, bahkan petugas KPPS menjadi panik, tetapi saya senang melihat antusias “masyarakatq”.
Jam 07.00 WIB proses pemilu telah dimulai. 80% pemilih adalah pemilik klasik/tua, sehingga banyak “kelucuan” yang terjadi, misal : mbah yang harus seluruh tangannya di lumuri tinta pemilu sebab waktu menclup tangan beliau yang sudah “buyuten” bergoyang dan menumpahkan tinta itu, al hasil tinta yang tumpah membasahi seluruh tangan beliau, tp beliau tertawa dan malah senang, sambil berkata “iki malah iso nggo bukti karo mbah putri neng nomah nek aku wis Nyotren”, (mbah putri dah jompo di rumah). Hal lucu lain, bilik suara jatuh dari meja, saat membuka kartu suara yang notabene terlalu besar, nah.. sontak satu balai dusun kaget dan teriak. tapi ini justru yang membuat para pengantri tidak ngantuk.

12.30, perhitungan suara telah mulai dilakukan, hal yang menarik, partai yang notabene tidak kampanye di kampungq justru malah mendapatkan suara yang lumayan banyak, “salah nyontreng” apa ya?. Kader2 partai tertentu ada yang hampir stess, sebab partai yang awalnya di prediksi mau jadi pemenang, justru malah satu dua orang pemilih, ha ha. (padahal sudah bagi2 amplop, kaciah dech, amplop habis suara tak jua ada). ah… kampung q dah mulai cerdas ya?

Akhirnya, dengan melihat kekurangan, prestasi, dan kelucuan disana sini, kita bisa memetik hikmah dari pesta demokrasi negeri ini. Selamat pada Wakil Rakyat yang sudah terpilih, semoga menjadi wakil yang amanah. dan kepada yang belum terpilih, intripeksi diri dan bayaklah bercermin di cermin datar (bukan cembung).

Bersambung… ke episode Pemiliahan presiden.

Apa yang sebaiknya kita lakukan di 9 April 2009?

Posted in Tak Berkategori on April 6, 2009 by setyawansuseno
...Dengan "Bismillahiromanirohim"...

Islam dan Golput (Semoga Kita Lebih Bijak)

Posted in Tak Berkategori on April 6, 2009 by setyawansuseno

Melalui forum Ijtima’ Ulama yang diselenggarakan pada 24 –
26 Januari 2009 lalu di Padang Panjang, Sumatera Barat,
MUI mengeluarkan sejumlah fatwa, diantaranya tentang
Golput (Tidak Menggunakan Hak Pilih dalam Pemilihan Umum).
Dikutip dari naskahnya, fatwa itu berbunyi sebagai
berikut:

1. Pemilihan umum dalam pandangan Islam adalah upaya untuk
memilih pemimpin atau wakil yang memenuhi syarat-syarat
ideal bagi terwujudnya cita-cita bersama sesuai dengan
aspirasi umat dan kepentingan bangsa.

2. Memilih pemimpin dalam Islam adalah kewajiban untuk
menegakkan imamah dan imarah dalam kehidupan bersama.

3. Imamah dan imarah dalam Islam menghajatkan
syarat-syarat sesuai dengan ketentuan agama agar terwujud
kemashlahatan dalam masyarakat.

4. Memilih pemimpin yang beriman dan bertakwa, jujur
(siddiq), terpercaya (amanah), aktif dan aspiratif
(tabligh), mempunyai kemampuan (fathonah), dan
memperjuangkan kepentingan umat Islam hukumnya adalah
wajib.

5. Memilih pemimpin yang tidak memenuhi syarat-syarat
sebagaimana disebutkan dalam butir 1 (satu) atau tidak
memilih sama sekali padahal ada calon yang memenuhi syarat
hukumnya adalah haram.

Selanjutnya fatwa ini diikuti dengan dua rekomendasi,
yakni:

(1) Umat Islam dianjurkan untuk memilih pemimpin dan
wakil-wakilnya yang mengemban tugas amar makruf nahi
munkar;

(2) Pemerintah dan penyelenggara pemilu perlu meningkatkan
sosialisasi penyelenggaraan pemilu agar partisipasi
masyarakat dapat meningkat, sehingga hak masyarakat
terpenuhi.

Terhadap fatwa di atas, Hizbut Tahrir Indonesia memberikan
tanggapan sebagai berikut:

1. Benar bahwa kepemimpinan adalah perkara yang sangat
penting dalam Islam. Dengan adanya seorang pemimpin, maka
kepemimpinan (imamah) dan pengaturan (imarah) masyarakat
agar tercipta kemashlahatan bersama dapat diwujudkan. Oleh
karena itu, benar pula bahwa memilih pemimpin dalam Islam
yang memenuhi syarat-syarat sesuai dengan ketentuan agama
(Islam), yakni yang beriman dan bertakwa, jujur (siddiq),
terpercaya (amanah), aktif dan aspiratif (tabligh),
mempunyai kemampuan (fathonah), dan memperjuangkan
kepentingan umat Islam, agar terwujud kemashlahatan
bersama dalam masyarakat adalah sebuah kewajiban. Tapi
kewajiban di sini harus dikatakan sebagai kewajiban
kolektif (fardhu kifayah), dimana bila kepemimpinan yang
Islami telah terwujud, maka kewajiban itu bagi yang
lainnya telah gugur.

2. Benar bahwa memilih pemimpin yang tidak memenuhi
syarat-syarat sebagaimana disebutkan dalam butir 1 (satu)
adalah haram. Tapi harus dikatakan, bahwa meski secara
personal pemimpin tersebut telah memenuhi syarat-syarat
sebagaimana disebutkan dalam butir 1 (satu), sebagai
pemimpin ia wajib memimpin semata-mata berdasarkan syariat
Islam saja, karena kemashlahatan bersama hanya akan
benar-benar terwujud bila pemimpin mengatur masyarakat
dengan syariat Islam. Tanpa syariat Islam, meski pemimpin
itu secara personal telah memenuhi syarat agama, yang
terjadi bukan kemaslahatan, tapi mafsadat atau kerusakan
seperti yang terjadi sekarang ini.

3. Telah ditetapkan melalui fatwa MUI sebelumnya bahwa
Sekularisme hukumnya haram, maka memimpin berdasarkan
Sekularisme juga harus dinyatakan haram. Karenanya,
memilih pemimpin yang akan memimpin dengan Sekularisme
atau menolak syariat Islam demi mempertahankan
Sekularisme, juga seharusnya dinyatakan haram.

4. Adapun ketetapan bahwa tidak memilih sama sekali
padahal ada calon yang memenuhi syarat hukumnya adalah
haram, tidaklah tepat, karena kewajiban memilih pemimpin
adalah kewajiban kolektif (fardhu kifayah), bukan
kewajiban perorangan (fardhu ain). Itu pun dengan catatan,
jika pemimpin yang dipilih atau diangkat tersebut adalah
pemimpin yang benar-benar akan menjalankan syariat Islam.

5. Bagi siapa saja yang akan turut memilih pemimpin, maka
wajib ia memilih pemimpin yang memenuhi kriteria agama
(Islam), dan yang dipastikan akan memimpin berdasarkan
syariat Islam semata. Karena itu, rekomendasi poin 1
dimana umat Islam dianjurkan untuk memilih pemimpin dan
wakil-wakilnya yang mengemban tugas amar makruf nahi
munkar, tidaklah tepat. Mestinya, bukan dianjurkan, tapi
diwajibkan memilih pemimpin yang mampu mengemban tugas
amar makruf nahi mungkar, bukan yang sebaliknya.

6. Adapun tentang pemilihan wakil rakyat, tidaklah bisa
disamakan dengan pemilihan pemimpin karena hukum memilih
wakil rakyat memang berbeda dengan memilih pemimpin. Hukum
memilih pemimpin yang mengemban tugas amar makruf nahi
munkar melalui penerapan syariat Islam secara kaffah
adalah fardhu kifayah. Sedangkan memilih wakil rakyat yang
mengemban tugas amar makruf nahi munkar adalah mubah,
mengingat hukumnya mengikuti hukum wakalah (perwakilan)
dimana seseorang boleh memilih, boleh juga tidak. Maka,
bagi umat Islam yang akan memilih wakilnya mestinya juga
bukan sekedar dianjurkan, tapi diwajibkan untuk memilih
yang akan benar-benar mampu mengemban amar makruf nahi
munkar. Dan sebaliknya, dalam fatwa itu semestinya harus
dinyatakan haram memilih wakil rakyat yang sekuler dan
tidak mengemban amar makruf nahi munkar.

Manfaat Medis Dari Perasaan Positif

Posted in Tak Berkategori on April 5, 2009 by setyawansuseno

Kerugian pesimisme dan keuntungan optimisme

Seperti halnya depresi, pesimisme membawa kerugian medis sedangkan dalam optimisme membawa manfaat. Contoh 122 pria yang mengalami serangan jantung pertama di evaluasi kadar pesimisme atau optimismenya. Delapan tahun kemudian, dari 25 orang yang paling pesimis, 21 diantara nya telah meninggal dunia. Sedangkan dari 25 orang yang optimis, hanya 6 orang yang telah meninggal. Pandangan mental mereka ternyata merupakan prediksi alat kelangsungan hidup yang lebih baik daripada faktor resiko medis apa pun, termasuk kerusakan tingkat jantung pada serangan pertama, penyumbatan arteri, kadar kolesterol, atau tekanan darah. Sedangkan dalam penelitian lain, pasien-pasien yang menjalani pembedahan bypass arteri yang memiliki sifat lebih optimis ternyata penyembuhannya jauh lebih cepat dan kurang mengalami komplikasi medis selama dan setalah pembedahan bila dibandingkan dengan pasien yang pesimis. Sebagaimana kerabat dekatnya, yaitu optimisme, harapan juga mempunyai daya penyembuh. Orang yang berpandangan cerah lebih mampu bertahan keadaan sulit menghadapi, termasuk kesulitan medis. Dalam sebuah studi terhadap orang lumpuh akibat cedera tulangbelakang, orang-orang yang mempunyai lebih banyak harapan ternyata mampu mencapai tigkat mobilitas fisik lebih dari pada pasien-pasien lain yang tingkat cederanya sama tetapi berpengharapan rendah. Kegunaan terutama harapan mencolok untuk kelumpuhan akibat tulang cedera belakang sebab tragedi medis ini lazimnya menimpa pria yang lumpuh pada usia duapuluhtahunan akibat kecelakaan dan akan tetap lumpuh selama sisa hidup nya. Reaksinya secara emosional memiliki konsekuensi luas bagi kemauannya untuk melakukan upaya-upaya yang mungkin membawanya ke fungsi fisik dan sosial yang lebih baik.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.